Saturday, January 12, 2013

Privacy Policy


Privacy Policy for http://www.binasholawat.blogspot.com

If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us by email at bina.shalawat@gmail.com.

At http://www.binasholawat.blogspot.com, the privacy of our visitors is of extreme importance to us. This privacy policy document outlines the types of personal information is received and collected by http://www.binasholawat.blogspot.com and how it is used.

Log Files
Like many other Web sites, http://www.binasholawat.blogspot.com makes use of log files. The information inside the log files includes internet protocol ( IP ) addresses, type of browser, Internet Service Provider ( ISP ), date/time stamp, referring/exit pages, and number of clicks to analyze trends, administer the site, track user’s movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.

Cookies and Web Beacons
http://www.binasholawat.blogspot.com does use cookies to store information about visitors preferences, record user-specific information on which pages the user access or visit, customize Web page content based on visitors browser type or other information that the visitor sends via their browser.

DoubleClick DART Cookie
.:: Google, as a third party vendor, uses cookies to serve ads on http://www.binasholawat.blogspot.com.
.:: Google's use of the DART cookie enables it to serve ads to users based on their visit to http://www.binasholawat.blogspot.com and other sites on the Internet.
.:: Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL - http://www.google.com/privacy_ads.html

Some of our advertising partners may use cookies and web beacons on our site. Our advertising partners include ....
Google Adsense


These third-party ad servers or ad networks use technology to the advertisements and links that appear on http://www.binasholawat.blogspot.com send directly to your browsers. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies ( such as cookies, JavaScript, or Web Beacons ) may also be used by the third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertisements and / or to personalize the advertising content that you see.

http://www.binasholawat.blogspot.com com has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.

You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. http://www.binasholawat.blogspot.com 's privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites.

If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers' respective websites.

Friday, January 11, 2013

SHALAWAT MENJADIKAN BERCAHAYA KETIKA MELEWATI SHIRAT


Diantara  tanda dari orang yang banyak membaca shalawat kepada Nabi saw adalah wajahnya bercahaya ketika dirinya berkumpul dengan semua makhluq di padang Makhshar. Juga bercahaya ketika saat melewati Shirat,yaitu jembatan penyeberangan   yang ada diatas neraka sebagai jalan menuju surge. Padahal waktu itu,banyak orang yang melewati shirat mukanya dan tubuhnya menjadi hitam pekat kerena uap dan bara api neraka. Hal ini tdak terjadi pada para Nabi,orang Shalih,termasuk orang yang banyak membaca Sholawat,justru cahaya mereka akan bersinar saat melewati shirat.
Bercahayanya orang yang banyak membaca sholawat ini dikarenakan bias dari keistimewaan dan kemuliaan shalawatitu sendiri.belum lagi di akherat nanti dia akan mendapat syafa’atlangsung dari Nabi Muhammad saw.
Rasulullah saw bersabda : “Orang yang membaca shalawat untukku akan bercahaya ketika melintas diatas shirat(jembatan yang ada diatas neraka). Dan barangsiapa termasuk diantara mereka yang bercahaya ketika melintas diatas shirat,dia bukan termasuk penghuni neraka”.(Durratun Nashihin hal :217)
Rasulullah saw bersabda : “Shalawat kepadaku akan jadi nur (cahaya) ketika melintasi shirath. Barangsiapa membaca shalawat kepadaku pada hari Jum’ah 80 kali,maka diampuni dosa-dosanya selama 80 tahun”.(Al-Jami’u Ash-Shaghir hal :191)
Bercahayanya wajah adalah sebagai tanda bahwa dirinya adalah calon penghuni surga,yang ringan hisabnya dan selamat saat melewati shirath.orang yang seperti ini kebahagiannya sudah terpancar dari kemilauan sinar wajahnya. Bahkan cahaya yang menyelimuti dirinya itu jika dibagi untuk menerangi seluruh makhluq yang ada dialam ini akan mencukupi.sebagaimana penjelasan hadist dibawah ini.
Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa bershalawat untukku 100 kali pada hari Jum’ah, maka ia akan datang di hari kiyamah disertai cahaya,yang sekiranya cahaya itu dibagikan diantara makhluq-makhluq seluruhnya,niscaya kebagian semua”.(Durratun Nashihin hal :251)
Itulah diantara kemulian orang yang banyak membaca shalawat kepada Nabinya,sebagai wujud kecintaannya kepada beliau,yang menjadi junjungan para Nabi dan Rasul,serta pemimpin seluruh makhluq yang ada di ala mini sampai di akhirat.

SHALAWAT DAPAT MEMBUAT KAYA


Shalawat bila dibaca secara istiqomah dengan penuh keikhlasan,disertai rasa hormat dan mahabbah
kepada Rasulullah,Insya Allah pembacanya tidak akan jatuh miskin,akan tercukupi kehidupanya sehari hari,tidak sampai merepotkan dan menyusahkan orang lain.
Inilah yang terjadi pada salah satu dari orang yang bersaudara,dimana adiknya suka membaca
shalawat,sehingga bisa berubah dari kemiskinan menjadi orang kaya,yang cukup berada
                untuk lebih jelasnya simak kisah dibawah ini :
                disebutkan dalam suatu riwayat : Ada seoarang pedagang kaya raya meninggal dunia,ia mempunyai warisan harta,dua anak lelaki dan tiga helai rambut Rasulullah. Lalu dua anaknya itu membagi harta warisan menjadi dua bagian,juga masing-masing mendapat satu helai rambut Rasulullah. Tinggal satu rambut yang tidak bisa dibagi.
                Lantas saudara yang besar mengusulkan agar rambut Rasulullah yang tinggal satu helai dipotong menjadi dua bagian. Namun usulan ini ditentang oleh adiknya,ia tidak setuju rambut Rasulullah dipotong karena karena demi menghormati beliau.
                Saudaranya yang besar kemudian berkata : “Maukah kamu mengambil ketiga helai rambut Rasulullah ini,namun semua harta peninggalan ayah menjadi milikku dan kamu tidak mendapat harta sedikit pun”.
                Usulan kakaknya ini diterima oleh sang adik dengan senang hati,seraya berkata : “Aku setuju,boleh kakak mengambil seluruh harta peninggalan ayah,aku cukup mendapatkan tiga helai rambut Rasulullah”.
                Kemudian saudara yang kecil itu meletakkan tiga helai rambut Rasulullah di sakunya. Suatu saat rambut tersebut dikeluarkan dan dilihatnya,lalu ia membaca shalawat. Hal ini ia lakukan secara terus menerus. Dalam waktu yang relatif pendek sedikit demi sedikit harta yang dimilikinya mulai bertambah banyak,akhirnya ia menjadi orang yang kaya raya. Sedangkan harta yang dimiliki kakaknya lambat laun menjadi habis,akhirnya ia menjadi jatuh miskin.
                Ketika saudara yang kecil ini meninggal dunia,maka ada sebagian orang-orang sholih bermimpi bertemu dia yang berdiri disamping Rasulullah,lalu Rasulullah berkata kepada orang shalih yang bermimpi itu : “Katakan kepada orang banyak : Barang siapa yang punya hajat kepada Allah,hendaknya datng ke kuburan Fulan dan mengadukan keperluanya kepada Allah.
                Akhirnya banyak orang yang datang kemakamnya,sampai orang-orang yang naik kendaraan pun turun lantas berjalan kaki bila melewati makam saudara  kecil tadi demi menghormati kemuliannya.₁(Irsyadul Ibad hal : 62)
                Dari kisah diatas menunjukan bahwa orang yang istiqomah membaca shalawat,Insya Allah ia tidak akan jatuh dalam kefakiran,tentunya harus disertai dengan usaha atau ihtiayar dalam mencari nafkah,tidak hanya dengan duduk sambil menengadahkan tangan mengharap datangnya uang dari langit. Sebab shahabat Ali yang tingkat kezuhudannya dan kesufiannyasudah tinggi,ia tetap pergi ke pasar atau tempat-tempat lain guna mencari nafkah untuk keluarganya.

Friday, December 21, 2012

SHALAWAT MENYEBABKAN DIMULIAKAN NABI


Rasulullah saw termasuk diantara dari sekian banyak rasul yang memiliki kelebihan bisa mengetahui
Kepribadian seseorang secara detail,tanpa bergaul dengannya,tanpa mengetahui tingkah lakunya setiap hari,dan tanpa pernah bertemu dengannya. Inilah yang beliau katakana kepada para shahabatnyayang sedang duduk-duduk di masjid didekat beliau,ketika ada seorang pemuda masuk kedalam masjid,maka beliau menghormatinya dan memberikan tempat duduk disisinya.
                Beliau memberikan penghormatan demikian,karena beliau tahu bahwa pemuda yang datang ke majlis beliau adalah orang yang banyak membaca shalawat,karena itu beliau menghormati dan memulyakan sedemikian rupa.
                Sebagaimana yang dijelaskan dalam suatu riwayat : ketika beliau tengah duduk di masjid,tiba-tiba masuklah seorang lelaki muda,ia dihormati dan dipersilahkan duduk di sisi beliau melebihi tempat Abu Bakar,beliau jelaskan kepada Abu Bakar dengan berkata : “Wahai Abu Bakar,maaf aku persilahkan lelaki ini duduk melebihi tempatmu,sebab tiada seseorang  didunia ini yang bershalawat lebih banyak dari padanya,ia gunakan waktu pagi dan sore untuk bershalawat kepadaku”.₁(Durratun Nashihin hal : 29)
                Dengan memberikan tempat duduk disisi Rasulullah,berarti beliau mengetahui kebaikan dan keistimewaan pemuda tadi sehingga beliau perlu menghormatinya,sampai Abu Bakar tempat duduknya lebih rendah dari tempat yang diduduki oleh si pemuda . hal ini menunjukan bahwa Rasulullah sangat menghormati dan memulyakan orang yang banyak membaca shalawat kepadanya.
                Dalam hadits yang lain beliau menjelaskan tentang balasan pahala bagi oaring yang banyak membaca shalawat,yang di akhirat nanti dikumpulkan dengan para Nabi dan para shidiqin.
                Seperti yang beliau sabdakan : “Barangsiapa membaca shalawat 10 kali kepadaku diwaktu pagi, dan 10 kali di waktu petang hari,pasti dia diselamatkan dari goncangan besar yang mengejutkan kelak di hari kiyamat,dan ia dikumpulkan dengan para Nabi dan para shidiqin yang telah diberi nikmat Allah”.₂(Durratun Nashihin hal : 50)
                Sebaliknya orang yang tidak mau membaca shalawat kepada beliau,derajatnya rendah dan hina,meskipun nama beliau disebut didekatnya. Seperti ia kurang mencintai dan menghormati Nabinya. Terhadap Nabinya saja kurang dihormati apalagi terhadap ajaran yang dibawanya,jelas lebih disepelekan lagi. Inilah yang membuat derajat oaring seperti ini rendah dan hina.
                Dalam hal ini, Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sungguh rendah dan hina, kecewa orang yang mendengar namaku disebut lalu ia tidak membaca shalawat kepadaku”.₃(Riyadlush Shalihin hal : 534)
                Karena itu, membaca shalawat kepada Nabi saw hendaknya dijadikan suatu keharusan bagi setiap muslim untuk memperoleh syafa’at beliau di akhirat,juga sebagai bukti rasa mahabbah dan penghormatan kepada beliau.

SHALAWAT PASTI SAMPAI PADA NABI


Orang yang membca shalawat kepada Nabi Muhammad saw, shalawatnya langsung diterima oleh beliau.karena itu,beiau mengetahui siapa orang yang membaca shalawat kepadanya.
                Dengan demikian, semakin sering orang membaca shalawat maka semakin dikenal dirinya oleh beliau. Sebaliknya orang yang tidak mau membaca shalawat,maka beliau pun tidak mengenal dirinya. Meskipun dia mengaku umat Muhammad, tapi umat dalam artian yang bersifat umum,bukan mengenal secara pribadi Nabinya. Nah, shalawat inilah sebagai sarana untuk mengenal beliau secara pribadi. Demikian pula, beliau bisa mengenal dirinya,karena shalawat yang dibacanya langsung beliau terima.
                Ibnu Hisyam berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda : “Perbanyaklah kalian membaca shalawat untukku pada malam yang terang dan hari yang cerah,karena kedua-duanya menyampaikan shalawat kalian. Dan sesungguhnya bumi itu tidak akan memakan jasad Nabi. Tidak ada seorang muslim pun yang membaca shalawat untukku,kecuali ada soaring malaikat yang membawakan shalawatnya itu sehingga disampaikannya kepadaku dan dia sebutkan namanya,sampai malaikat itu berkata : “Bahwa si Fulan berkata begini dan begini”.₁(Durratun Nashihin hal : 214)
                Rasulullah saw bersabda : “Perbanyaklah kalian membaca shalawat pada malam yang terang dan hari yang cerah, karena sesunguhnya shalawat kalian disampaikan  kepadaku”.₂(Al-Jami’ul Ash-Shaghir hal : 49)
                Abu Darda meriwayatkan, Rasulullah telah bersabda : “Perbanyaklah membaca shalawat untukku pada hari Jum’ah,karena hari Jum’ah itu adalah hari yang disaksikan para malaikat. Dan tidak seorang pun yang bershalawat untukku kecuali shalawatnya dibawa kehadapanku,sehingga dia usai dari shalawatnya”.₃(Al-Jami’ul Ash-Shaghir hal : 49)
                Ibnu Umar ra meriwatyatkan, bahwa Rasulullah saw bersabda : “Perbanyaklah kalian membaca shalawat kepada Nabi kalian setiap hari Jum’ah,karena sesungguhnya aku menyaksikannya darimu pada setiap hari Jum’ah”.₄(DurratunNashihin hal : 140)
                Rasulullah saw bersabda : “Perbanyaklah kalian shalawat kepadaku pada setiap hari Jum’ah, sesungguhnya shalawat umatku diserahkan kepadaku setiap hari Jum’ah. Barangsiapa yang banyak membaca shalawat,maka tempatnya (di surga ) dekat dengan aku”.₅(Al-Jami’u Ash-Shaghir hal : 49)
                Menurut riwayat yang lain, beliau bersabda : “Karena tidak seorang pun yang bershalawat padaku,melainkan shalawatnya disampaikan kepadaku,ketika ia selesai mengucapkannya”.₆(Durratun Nashihin hal : 140)
                Abu Hurairah meriwatyatkan dari Amar bin Yasir, bahwa Rasululah saw pernah bersabda : “Sesungguhnya Allah telah menciptakn seorang malaikat yang mampu menangkap suara seluruh perkataan makhluq. Ia berdiri tegak diatas makamku sampai hari kiyamat. Maka tiada satupun dari umatku yang membaca shalawat kepadaku,kecuali ia sebut nama orang tadi dan ayahnya dihadapanku, seraya berkata : “Wahai Muhammad,Fulan bin Fulan telah membaca shalawat kepadamu”.₇(Durratun Nashihin hal : 129)
                 Aus bin Aus berkata : Rasulullah saw telah bersabda : “Sebaik-baik hari adalah hari Jum’ah,maka perbanyaklah mebaca shalawat di hari itu,karena bacaan shalawatmu itu dihidangkan kepadaku”. Shahabat lantas bertanya : “Bagaimanakah dihidangkan shalawat kami sedang engkau telah menjadi tanah bubuk ?”. Beliau menjawab : “Sesungguhnya Allah mengharamkan atas bumi memakan jasad para Nabi”.₈(Riyadlush Shalihin hal : 534)
                Rasulullah saw bersabda : “Jangan kalian jadikan keburku sebagai tempat perayaan, dan bacakan shalawat untukku,maka bacaan shalawat itu akan sampai kepadaku dimana saja kamu berada”.₉(Riyadlush Shalihin hal : 534)
                Dari sekian banyak keterangan hadits diatas dapat disimpulkan kalau setiap shalawat yang dibaca oleh seseorang dari umat Muhammad saw ini,pasti shalawat tersebut diserahkan langsung kepada beliau. Dengan begitu beliau tahu dan mengenal siapa orang yang membaca shalawat terhadap diri beliau.